Tampilkan postingan dengan label #Celutukkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Celutukkan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Oktober 2014

Si Bejo: Selamat Jadi Ketua DPR

Hehehehe, Si Bejo mau gak mau mesti ngucapi selamat Setya Novanto atas terpilihnya sebagai ketua DPR, lebih khusus Koalisi Merah Putih. Sukses merajai Senayan. Sudahlah enggak usah ada lagi drama apa lagi mesti merasa gusar menanggapi tanggapan miring publik terutama ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yups, anggap saja komentar miring itu dari pasukkan sakit hati. Benar sekali, mereka hanya pasukkan sakit hati lantaran hak telah dirampas. Terpenting sekarang adalah bagaimana caranya menyelamatkan kerajaan. Bagaimana caranya,  Si Bejo yakin Anda semua paham benar alias benar-benar paham. Lupakan sumpah lalu tinggal buat Undang-Undang (UU) dan biar enggak  terkesan memaksa buat sedikit drama lagi, tenang saja pasti diketok.

Soalnya, Si Bejo sekarang sudah paham bagaimana palu diketuk hanya berdasarkan jumlah suara terbanyak, siapa jumlah partai yang paling banyak dialah yang akan memenangkan drama.  Dan Si Bejo juga sudah malas mendengar basa-basi. Untuk itu, jujur saja bahwa suara Anda bukan suara Si Bejo, tapi suara partai.

Tinggal dilihat saja



Selasa, 30 September 2014

Uhui, Si Bejo Punya Wakil Baru di DPR

Uhui, Si Bejo punya wakil baru di DPR, yang sesat lagi akan di lantik. Untuk itu, mari kita sambut wajah baru yang menggantikan wajah usang, wajah imut menawarkan optimis akan di Indonesia lebih baik, katanya demikian. Benar demikian, menarik untuk disimak bagaimana wajah-wajah baru ini duduk di kursi empuk.

Baiklah, Si Bejo akan menunggunya dan tolong sampaikan pada mereka, bahwa Si Bejo tengah menanti era baru dalam DPR. Apakah mereka akan benar-benar mewakili S Bejo atau sebaliknya, yakni jadi suara partai atau jangan-jangan kursi tanpa kuman malah asik  ngorok lalu apa kata ketua partai. SEMOGA saja tidak demikian.

Jujur saja, pada dasarnya Si Bejo lebih sepakat dengan apa yang pernah dilontarkan mantan Presiden Gus Dur perihal pembubaran DPR yang seperti anak TK. Tak ada gunanya hanya pemborosan saja. Tengok saja, belum resmi jadi anggota DPR saja sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 16 miliar hanya untuk pelantikan.

Yups, Si Bejo dapat inforamasi dari Kompas, anggaran untuk pelantikan wakil-wakil rakyat. dikatakan
Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Rahman Hakim, anggaran  tersebut digunakan untuk penginapan anggota Dewan terpilih sebelum dan sesudah pelantikan di tiga hotel berbintang.