
kembalinya si Biru Kembali Untuk Beraksi, beraksinya si biru bukan perang menumpas kejahan dan membela kebenaran. Sebagaimana kisah-kisah para pendekar yang turun gunung untuk menumpas kejahatan dengan ajian pemungkas.
Si biru hanya sebuah vespa yang terlahir tahun 1974 dan untuk sekarang telah dimasukan ke barang antik. Dan karena antiknya, ia harus beristirahat untuk entah berapa lamanya.Sesuai cukup untuk beristirahat, kini si biru kembali beraksi, sebagaimana hari-hari sebelumnya.
Pada aksi kali ini, ia melaju dengan kecepatan yang cukup cepat menembus deras hujan yang mengguyur Ciputat dan sekitarnya,(28/10). Hujan yang mengguyur semenjak adzan magrib. Bahkan si biru dipaksa untuk lebih mengeluarkan kemampu agar datang sebelum acara dimulai pada jam 20.00 WIB.
Sebuah acara yang diadakan oleh kawan-kawan mahasiswa Swadarma, Pondok Cabe (Tangsel). Dan memang saya telah mengikat janji dengan sahabat-sahabat yang hendak melakukan perenungan terhadap Sumpah Pemuda.
